{"id":10384,"date":"2024-10-04T06:25:22","date_gmt":"2024-10-04T06:25:22","guid":{"rendered":"https:\/\/bbgpsumut.kemdikbud.go.id\/?p=10384"},"modified":"2024-10-04T06:25:25","modified_gmt":"2024-10-04T06:25:25","slug":"collaborative-teaching-melalui-mopen-moving-and-open-class-berbantuan-platform-padi-kapas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/collaborative-teaching-melalui-mopen-moving-and-open-class-berbantuan-platform-padi-kapas\/","title":{"rendered":"Collaborative Teaching Melalui Mopen (Moving and Open) Class\u00a0Berbantuan Platform Padi Kapas"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh : Edi Salim Chaniago<br>SMP Negeri 14 Binjai<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu indikator kualitas pendidikan di sekolah adalah kualitas pembelajaran. Merujuk kepada rapor pendidikan, terdapat tiga komponen yang mempengaruhi kualitas pembelajaran, yaitu metode pembelajaran, pengelolaan kelas, dan dukungan psikologis. Hasil rapor pendidikan SMP Negeri 14 Binjai mengalami peningkatan yang tidak signifikan. Progres capaian nilai kualitas pembelajaran di SMP Negeri 14 Binjai adalah 58,41 pada tahun 2022, 59,73 pada tahun 2023, dan 61,22 pada tahun 2024. Mesikpun mengalami peningkatan, tetapi pada tahun 2024 terdapat penurunan nilai pada dua komponen, yaitu manajemen kelas yang turun 0,57 dari tahun 2023, dan dukungan psikologis yang turun 2,23 dari tahun 2023.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru dan kepemimpinan instruksional. Kepemimpinan instruksional bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah (Heck dan Hallinger, 2010). Kepemimpinan instruksional fokus pada proses belajar mengajar dan interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran. Sehingga pengaruh kepemimpinan instruksional ditargetkan kepada proses belajar siswa melalui guru (Bush, 2011). Sementara refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru adalah upaya guru untuk secara terus menerus untuk melakukan evaluasi proses dan hasil pembelajaran yang digunakan sebagai langkah perbaikan di pembelajaran berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alternatif yang dapat dilakukan kepala sekolah untuk memperbaiki kedua komponen di atas adalah dengan menerapkan <em>Collaborative Teaching<\/em>. <em>Collaborative teaching<\/em> adalah suatu pendekatan pengajaran di kelas dimana dua atau tiga guru bekerja dalam satu kelas pada waktu yang sama. Terdapat enam model penerapan Collaborative teaching, yaitu; <em>1) One Teach\/One Observe, 2) One Teach\/One Assist, 3) Station Teaching, 4) Parallel Teaching, 5) Alternative or Differentiated Teaching, dan 6) Teaming.<\/em> (Marilyn Friend and Lynne Cook, 2004)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mopen Class adalah akronim dari <em>Moving Class <\/em>dan <em>Open Class. Moving class<\/em> merupakan proses pembelajaran yang bergerak atau berpindah sesuai dengan mata pelajarannya. Pada sistem ini peserta didik yang bergerak menuju kelas mata pelajaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dan guru sudah siap menerima peserta didik di kelas masing-masing. <em>Open class<\/em> merupakan sistem mengajar secara kolaboratif antara kelompok guru dalam satu mata pelajaran dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Platform Padi Kapas adalah platform pembelajaran berbasis android yang dirancang dan dibuat oleh tim SMP Negeri 14 Binjai untuk memudahkan proses pembelajaran. Padi Kapas sendiri adalah akronim dari Pemebalajaran Berdiferensiasi dan Karakter Pancasila untuk Siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam artikel ini, penulis mengkaji tentang upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan <em>Collaborative Teaching<\/em> melalui Mopen (<em>Moving and Open<\/em>) <em>Class<\/em> Berbantuan Platform Padi Kapas. Penulis berupaya untuk memadukan sistem <em>moving class <\/em>, <em>open class, <\/em>dan pembelajaran digital dengan menggunakan Platform Padi Kapas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitan dalam artikel ini mengambil subjek guru yang mengajar di SMP Negeri 14 Binjai. Terdapat sebanyak 24 guru yang mengajar di SMP Negeri 14 Binjai yang terdiri atas 2 (dua) orang guru Pendidikan Agama, 2 (dua orang guru Pancasila, 3 (tiga) orang guru bahasa Indonesia, 3 (tiga) orang guru bahasa Inggris, 3 (tiga) orang guru Matematika, 2 (dua) orang<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">guru IPA, 2 (dua) orang guru Informatika, 2 (dua) orang guru PJOK, 2 (dua) orang guru Seni Budaya, dan 3 (tiga) orang guru IPS.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa aktivitas di bawah ini adalah elaborasi langkah-langkah yang penulis lakukan dalam menerapkan <em>collaborative teaching<\/em> melalui mopen (Moving and Open) class berbantuan platform Padi Kapas di SMP Negeri 14 Binjai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Melaksanakan Mopen (Moving dan Open) Class<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SMP Negeri 14 Binjai hanya memiliki 12 ruang kelas dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 15 rombongan belajar. Rombongan belajaran tersebut terdiri atas 5 (lima) rombongan belajar kelas 7, 5 (lima) rombongan belajar kelas 8, dan 5 (lima) rombongan belajar kelas 9.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pelaksanaannya, terlebih dahulu kelas dibagi menjadi 10 (sepuluh) kelas mata pelajaran, yaitu kelas Agama, kelas Bahasa Indonesia, kelas Bahasa Inggris, kelas Pancasila, kelas Matemarika, kelas IPA, kelas IPS, kelas Informatika, kelas Seni, dan kelas PJOK. Lalu sisa 2 (dua) kelas digabung menjadi satu dan dimanfaatkan untuk ruang kelas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk membuat Mopen Class menarik, tim guru mata pelajaran mendesain kelas mata pelajaran masing-masing yang mendukung ekosistem pembelajaran yang mereka ampu. Semua kelas dirancang sesuai dengan ciri khas mata pelajaran masing-masing. Alur tujuan pembelajaran dipajang di dalam kelas sebagai informasi arah capaian pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik. Selain itu, di dalam kelas juga dilengkapi dengan media pembelajaran pendukung materi ajar yang sesuai dengan kelas mata pelajaran masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelaksanaan mopen class dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Untuk menghindari berkurangnya waktu pelajaran akibat proses perpindahan kelas, penulis menambah waktu 10 menit setelah jam pelajaran selesai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelaksanaan Moving class di SMP Negeri 14 Binjai dipadukan dengan Open Class. Artinya dalam satu kelas mata pelajaran terdapat lebih dari satu guru yang secara kolaboratif melakukan pembelajaran. Open class dilakukan dengan model <em>One Teach One Observe<\/em>, dimana satu guru berperan sebagai guru model dan guru lainnya berperan sebagai guru observer. penulis membekali guru dengan lembar observasi yang digunakan untuk mengobservasi aktivitas guru dan peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Peran sebagai guru model dan guru observer dilakukan secara bergantian sesuai dengan jadwal kelas yang mereka ampu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain observer internal yang berasal dari sesama guru mata pelajaran, penulis juga menjalin kerja sama dengan pihak luar sekolah sebagai observer eksternal. Observer eksternal berasal dari akademisi\/dosen yang diundang untuk melakukan pengamatan di dalam kelas. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan informasi proses pembelajaran yang lebih objektif. Observer eksternal memberikan masukan kepada guru tentang langkah pembelajaran yang dapat dilakukan secara sistematis dan berdampak kepada hasil belajar peserta didik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Belajar Tuntas Mandiri Melalui Padi Kapas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesuai dengan namanya, plarform ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat belajar tuntas mandiri sesuai dengan tingkat kesiapan belajar dan gaya belajar mereka. Tuntas mandiri yang dimaksud adalah peserta didik dapat mempelajari materi ajar yang disajikan guru lewat video dan bahan bacaan di rumah dan menuntaskan pembelajaran di kelas mata pelajaran. Ini dilakukan untuk menjawab keresahan<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">orang tua yang bingung ketika mereka tidak bisa membantu anak-anak mengerjakan PR di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada empat fitur terkait pembelajaran yang tersedia dalam Platform Padi Kapas ini, yaitu:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pembelajaran<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fitur ini berfungsi untuk membantu proses pembelajaran mopen (moving dan open) class. Fitur pembelajaran dirancanng untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan konsep pembelajaran berdiferensiasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat dua menu dalam fitur ini, yaitu menu kesiapan belajar dan menu gaya belajar. Dalam menu kesiapan belajar terdapat lagi tiga diferensiasi menu, yaitu sudah menguasai, menguasai sebagian, dan belum menguasai. Sub menu ini ditujukan untuk mendukung pembelajaran diferensiasi konten. Hasil asesmen diagnostik kognitif di awal materi pembelajaran menjadi dasar guru untuk menyusun dan memasukkan materi ajar sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam menu gaya belajar, tedapat tiga sub menu, yaitu Visual, Video Audio, dan Kinestetik. Sub menu ini bertujuan untuk membantu proses pembelajaran berdiferensiasi proses. Guru menunggah bahan ajar berbentuk video dan visual (bahan bacaan) yang dapat dipelajari peserta didik sebelum mereka masuk ke dalam kelas mata pelajaran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada masing sub menu ini, peserta didik dapat melihat mata pelajaran yang disediakan dan mempelajari bahan ajar video maupun visual pada setiap mata pelajaran. Video yang diunggah guru adalah video buatan guru sendiri sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Terdapat 90 video pembelajaran buatan guru yang tersedia di fitur ini.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asesmen<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam fitur asesmen terdapat dua menu yaitu menu formatif dan menu sumatif. Pada masing-masing fitur terdapat menu pilihan tes tulis, portofolio, dan unjuk kerja. Guru mengunggah tautan dari berbagai aplikasi seperti wordwall, quizziz, canva, dan google form ke dalam fitur ini, dan peserta didik dapat mengerjakan asesmen yang disajikan guru dalam fitur ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Zona Baca<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada fitur zona baca disajikan beberapa koleksi buku yang dikelompokkan ke dalam beberapa jenis buku, yaitu Novel\/Cerpen, Komik, Pengayaan, dan Pelajaran. Terdapat sebanyak 350 buku bacaan dalam fitur ini. Peserta didik dapat membaca buku tanpa harus mengunduh dan membebani kapasitas memori gawai mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Absensi\u00a0<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permasalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan moving class adalah membutuhkan banyak waktu untuk memeriksa kehadiran siswa. Fitur ini memberikan kemudahan bagi guru untuk memulai pembelajaran. Setiap berpindah kelas, peserta didik, melakukan <em>scan barcode<\/em> di gawai mereka ke gawai guru. Secara otomatis, data rekaman absensi akan dikirim ke admin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Melaksanakan Kelas Peminatan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelas peminatan dilakukan untuk memaksimalkan proses pembelajaran berdiferensiasi dan menantang guru untuk lebih kreatif merancang aktivitas mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Kelas peminatan ini dilakukan setiap hari Sabtu pagi. Alokasi waktu yang diberikan untuk pelaksanaan kelas peminatan sebanyak<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2 jam pelajaran. Peserta didik dapat memilih kelas yang mereka minati dengan terlebih dahulu mendaftar kepada guru mata pelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi yang diajarkan dalam kelas peminatan ini lebih menitik beratkan pada praktik dibandingkan teori. Untuk menarik minat peserta didik memilih kelasnya, masing-masing tim guru mata pelajaran melakukan promosi kelas mereka dengan menampilkan rangkaian aktivitas yang ada pada kelas tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mengaktifkan Komunitas Belajar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memastikan bahwa kegiatan Mopen (Moving dan Open) Class berbantuan Platform Padi Kapas ini berjalan dengan baik, kami melakukan pertemuan rutin dalam komunitas belajar guru mata pelajaran. Pertemuan ini bertujuan untuk merefleksi, merencanakan, melakukan, dan mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilakukan. Pelaksanaan Komunitas Belajar Guru Mata Pelajaran dilakukan setiap hari Selasa setelah pulang sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat delapan komunitas belajar guru mata pelajaran di SMP Negeri 14 Binjai, yaitu Komunitas Belajar Guru Bahasa Indonesia, Komunitas Belajar Guru Bahasa Inggris, Komunitas Belajar Guru Matematika, Komunitas Belajar Guru IPA, Komunitas Belajar Guru IPS, Komunitas Belajar Guru Agama dan Pkn, dan Komunitas Belajar Guru Seni dan Penjas. Anggota Komunitas Belajar Guru Mata Pelajaran terdiri dari 3 orang guru dalam mata pelajaran yang sama ataupun dalam rumpun mata pelajaran yang sama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pelaksanaannya menggunakan pola 3:1. Artinya 3 kali kegiatan komuntas belajar dalam mata pelajaran dan 1 kali kegiatan bersama semua guru mata pelajaran yang dipimpin oleh kepala sekolah. Pada kegiatan komunitas belajar ini, guru menyusun lembar kendali pembelajaran sebagai dokumen pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan dan akan dilakukan pada minggu berikutnya,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Simpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelaksanaan <em>collaborative teaching<\/em> melalui mopen (Moving dan Open Class) berbantuan platform Padi Kapas ini telah memberika dampak prositif kepada peningkatan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 14 Binjai. Pengelolaan kelas mata pelajaran sudah menunjukkan suasana yang mendorong peserta didik untuk termotivasi belajar. Kolaborasi guru mata pelajaran dalam merefleksi, merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi proses pembelajaran sudah terjadi melalui komunitas belajar. Dengan bantuan Platform Padi Kapas, proses pembelajaran sudah terlaksana secara tuntas dan memberikan kesempatan&nbsp; peserta didik untuk mandiri dalam belajar sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Melalui kelas peminatan, minat dan hasil belajar peserta didik juga menunjukkan peningkatan pada setiap mata pelajaran. Dukungan penuh kepala sekolah dan kerja sama antar guru adalah kunci utama dalam pelaksanaan <em>collaborative teahing <\/em>ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bush, T. 2011. <em>Theories of Educational Leadership and Management<\/em>. 4th Edition. London: Sage Publications, Ltd.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Heck, R., &amp; Hallinger, P. 2010. <em>\u201cTesting a Longitudinal Model of Distributed Effect on School Improvement\u201d. Leadership Quarterly<\/em>, 21, pages 867-885.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marilyn Friend and Lynne Cook. 2004. <em>Interaction: Collaborative Skills for School Professional.<\/em> <a href=\"https:\/\/ctserc.org\/component\/k2\/item\/50-six-approaches-to-co-teaching\">https:\/\/ctserc.org\/component\/k2\/item\/50-six-approaches-to-co-teaching<\/a>. Diakses pada tanggal 21 Agustus 2024.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Edi Salim ChaniagoSMP Negeri 14 Binjai Salah satu indikator kualitas pendidikan di sekolah adalah kualitas pembelajaran. Merujuk kepada rapor pendidikan, terdapat tiga komponen yang mempengaruhi kualitas pembelajaran, yaitu metode pembelajaran, pengelolaan kelas, dan dukungan psikologis. Hasil rapor pendidikan SMP Negeri 14 Binjai mengalami peningkatan yang tidak signifikan. Progres capaian nilai kualitas pembelajaran di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-10384","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10384"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10384\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10385,"href":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10384\/revisions\/10385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbgtksumut.kemendikdasmen.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}