Collaborative Teaching Melalui Mopen (Moving and Open) Class Berbantuan Platform Padi Kapas

Oleh

tim editor

guru IPA, 2 (dua) orang guru Informatika, 2 (dua) orang guru PJOK, 2 (dua) orang guru Seni Budaya, dan 3 (tiga) orang guru IPS. 

Beberapa aktivitas di bawah ini adalah elaborasi langkah-langkah yang penulis lakukan dalam menerapkan collaborative teaching melalui mopen (Moving and Open) class berbantuan platform Padi Kapas di SMP Negeri 14 Binjai.

Melaksanakan Mopen (Moving dan Open) Class

SMP Negeri 14 Binjai hanya memiliki 12 ruang kelas dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 15 rombongan belajar. Rombongan belajaran tersebut terdiri atas 5 (lima) rombongan belajar kelas 7, 5 (lima) rombongan belajar kelas 8, dan 5 (lima) rombongan belajar kelas 9. 

Dalam pelaksanaannya, terlebih dahulu kelas dibagi menjadi 10 (sepuluh) kelas mata pelajaran, yaitu kelas Agama, kelas Bahasa Indonesia, kelas Bahasa Inggris, kelas Pancasila, kelas Matemarika, kelas IPA, kelas IPS, kelas Informatika, kelas Seni, dan kelas PJOK. Lalu sisa 2 (dua) kelas digabung menjadi satu dan dimanfaatkan untuk ruang kelas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Untuk membuat Mopen Class menarik, tim guru mata pelajaran mendesain kelas mata pelajaran masing-masing yang mendukung ekosistem pembelajaran yang mereka ampu. Semua kelas dirancang sesuai dengan ciri khas mata pelajaran masing-masing. Alur tujuan pembelajaran dipajang di dalam kelas sebagai informasi arah capaian pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik. Selain itu, di dalam kelas juga dilengkapi dengan media pembelajaran pendukung materi ajar yang sesuai dengan kelas mata pelajaran masing-masing.

Pelaksanaan mopen class dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Untuk menghindari berkurangnya waktu pelajaran akibat proses perpindahan kelas, penulis menambah waktu 10 menit setelah jam pelajaran selesai. 

Pelaksanaan Moving class di SMP Negeri 14 Binjai dipadukan dengan Open Class. Artinya dalam satu kelas mata pelajaran terdapat lebih dari satu guru yang secara kolaboratif melakukan pembelajaran. Open class dilakukan dengan model One Teach One Observe, dimana satu guru berperan sebagai guru model dan guru lainnya berperan sebagai guru observer. penulis membekali guru dengan lembar observasi yang digunakan untuk mengobservasi aktivitas guru dan peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Peran sebagai guru model dan guru observer dilakukan secara bergantian sesuai dengan jadwal kelas yang mereka ampu.

Selain observer internal yang berasal dari sesama guru mata pelajaran, penulis juga menjalin kerja sama dengan pihak luar sekolah sebagai observer eksternal. Observer eksternal berasal dari akademisi/dosen yang diundang untuk melakukan pengamatan di dalam kelas. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan informasi proses pembelajaran yang lebih objektif. Observer eksternal memberikan masukan kepada guru tentang langkah pembelajaran yang dapat dilakukan secara sistematis dan berdampak kepada hasil belajar peserta didik.

Belajar Tuntas Mandiri Melalui Padi Kapas

Sesuai dengan namanya, plarform ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat belajar tuntas mandiri sesuai dengan tingkat kesiapan belajar dan gaya belajar mereka. Tuntas mandiri yang dimaksud adalah peserta didik dapat mempelajari materi ajar yang disajikan guru lewat video dan bahan bacaan di rumah dan menuntaskan pembelajaran di kelas mata pelajaran. Ini dilakukan untuk menjawab keresahan

Popular Post